Anda tidak akan pernah berbahagia
jika Anda memelihara kebiasaan
membandingkan yang sedikit Anda miliki
dengan yang banyak dimiliki oleh orang lain.
Syukurilah yang telah ada,
dan tumbuhkanlah kebahagiaan Anda dari situ.
Sabarlah, setiap ujian ada masanya,
setiap masalah ada penyelesaiannya,
dan setiap jiwa yang bersabar akan sampai di kebahagiaannya
Rabu, 23 Januari 2013
kalo gua curhat sama temen2 cewe gua, mereka selalu bilang "kamu si jadi cowo terlalu ngalah sama cewe," hmm, they don't understand, kalo aku ngelakuin ini karna aku sayang sama dia, so walaupun ngalah dan sakit rasanya mandangin TL dia, but, yaudah lah, mau gimana lagi, karna "KESABARAN ITU NGGA ADA BATASNYA",
Senin, 21 Januari 2013
Cinta itu seperti sebuah lilin
Dia akan rkorbankan dirinya sendiri untuk memberikan terang dan kehangatan
Cinta itu seperti arus listrik ...
Perpindahan sesuatu yang bermuatan negatif menimbulkan sesuatu yang bermuatan positif
Cinta itu seperti sebuah dupa wangi
Asap darinya terlihat menganggu tapi justru membawa wangi yang diinginkan
Cinta itu seperti sebuah jam wekker
Membangunkan kita dari tidur melewati malam gelap kita
Tapi,, Cinta itu juga bukan seperti sebuah lilin
Dia tidak akan pernah habis terbakar
Cinta itu juga bukan seperti arus listrik ...
Dia tidak timbul hanya ketika terjadi perbedaan tegangan antara dua titik yang terhubung
Cinta itu juga bukan seperti sebuah dupa wangi
Dia tidak menghasilkan debu sisa yang merusak keindahan
Cinta itu juga bukan lah seperti sebuah jam wekker
Deringnya tidak pernah mengganggu
Cinta itu seperti segala sesuatu tapi,
cinta itu juga bukan lah seperti segala sesuatu
Karenanya, cinta memang tidak akan pernah terdefinisi
Sebab, sebuah definisi selalu akan membutuhkan dasar teori dan argumen pendukung dan
cinta tidak pernah membutuhkan dasar atau argumen apa pun selain cinta itu sendiri…
Ruang dan waktu mendefinisikan dan melingkupi segala sesuatu yang mampu dipikirkan manusia.
Dan cinta tidak lah berasal dari ruang dan waktu
Namun,,Cinta adalah anugrah terbesar yang pernah dimiliki umat manusia dari Yang Maha Tinggi
karena manusia bukan lah manusia tanpa sebuah cinta.
Dia akan rkorbankan dirinya sendiri untuk memberikan terang dan kehangatan
Cinta itu seperti arus listrik ...
Perpindahan sesuatu yang bermuatan negatif menimbulkan sesuatu yang bermuatan positif
Cinta itu seperti sebuah dupa wangi
Asap darinya terlihat menganggu tapi justru membawa wangi yang diinginkan
Cinta itu seperti sebuah jam wekker
Membangunkan kita dari tidur melewati malam gelap kita
Tapi,, Cinta itu juga bukan seperti sebuah lilin
Dia tidak akan pernah habis terbakar
Cinta itu juga bukan seperti arus listrik ...
Dia tidak timbul hanya ketika terjadi perbedaan tegangan antara dua titik yang terhubung
Cinta itu juga bukan seperti sebuah dupa wangi
Dia tidak menghasilkan debu sisa yang merusak keindahan
Cinta itu juga bukan lah seperti sebuah jam wekker
Deringnya tidak pernah mengganggu
Cinta itu seperti segala sesuatu tapi,
cinta itu juga bukan lah seperti segala sesuatu
Karenanya, cinta memang tidak akan pernah terdefinisi
Sebab, sebuah definisi selalu akan membutuhkan dasar teori dan argumen pendukung dan
cinta tidak pernah membutuhkan dasar atau argumen apa pun selain cinta itu sendiri…
Ruang dan waktu mendefinisikan dan melingkupi segala sesuatu yang mampu dipikirkan manusia.
Dan cinta tidak lah berasal dari ruang dan waktu
Namun,,Cinta adalah anugrah terbesar yang pernah dimiliki umat manusia dari Yang Maha Tinggi
karena manusia bukan lah manusia tanpa sebuah cinta.
Cover depan adalah tanggal lahir.
Cover belakang adalah tanggal kematian.
Tiap lembarnya, adalah tiap hari dalam hidup kita dan apa yg kita lakukan.
Ada buku yg tebal,
ada buku yg tipis.
Ada buku yg menarik dibaca,
ada yg sama sekali tidak menarik.:'(
Sekali tertulis, tidak akan pernah bisa di'edit' lagi.
Tapii hebatnya,
seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih, baru dan tiada cacat.
Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin, Tuhan selalu menyediakan hari yang baru untuk kita. :)
Kita selalu diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya.
Kita selalu bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita kedepannya sampai saat usia berakhir, yang sudah ditetapkanNYA.
Syukuri hari ini....
dan isilah halaman buku kehidupanmu dgn hal2 yg baik semata.
Dan, jangan pernah lupa, untuk selalu bertanya kepada Tuhan, tentang apa yang harus ditulis tiap harinya.
Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai, kita dapati diri ini sebagai pribadi yg berkenan kepadaNYA.
Dan buku kehidupan itu layak untuk dijadikan teladan bagi anak2 kita dan siapapun setelah kita nanti.
Selamat menulis di buku kehidupanmu,
Menulislah dengan tinta cinta dan kasih sayang, serta pena kebijaksanaan
Minggu, 20 Januari 2013
Kamis, 17 Januari 2013
andai wanita bisa bertukar jiwa dengan seorang pria, agar mereka bisa merasakan bagaimana susahnya keadaan menjadi seorang pria, dimana perkataan adalah sebuah "KEHORMATAN" dan "KEMARAHAN" adalah sesuatu yang sangat dibenci oleh para pria, agar semua wanita mengerti, segala sesuatu itu tidak hanya diselesaikan dengan marah, egois, .. pria memiliki banyak cara untuk menunjukan rasa marah mereka kepada wanitanya, tapi, pria hanya tidak ingin membuat wanitanya sedih karna kesalahannya dan tidak ingin memperpanjang masalah, andai wanita tau itu semua,
Minggu, 06 Januari 2013
Waktu sedang "JAYA", kita Banyak teman di sekeliling kita.
Wαktu "BERKUASA, kita PeDe melakukan apa saja.
Waktu †ak 'BERDAYA', Barulah sadar siapa saja sahabat sejati yg ada.
Waktu "JATUH", baru sadar selama ini siapa saja teman yg memperalat dan menggunakan kita
Waktu "SAKIT", baru tahu bahwa sehat itu sangat penting jauh melebihi harta
Waktu "MISKIN", Baru sadar hrs banyak memberi / sedekah & saling membantu.
Waktu "TUA", Baru tahu kalau masih banyak yg belum dikerjakan
Waktu diambang "AJAL", Baru †ahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia2
Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang mempunyai sifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan pemarahnya, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang rumah setiap kali dia marah.
Hari pertama anak itu telah memakuakan 48 buah paku ke pagar… Lalu secara bertahap jumlah itu mulai berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar rumah.
Akhirnya tibalah waktu dimana anak itu merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.
Hari-hari berlalu, dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. “Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang-lubang dipagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya.” Sang ayah terdiam sejenak, lalu kembali melanjutkan kata-katanya, “Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahanmu, kata-katamu telah meninggalkan bekas seperti lubang ini…di hati orang lain.”
“Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu…Tetapi tidak peduli berapa kali kamu meminta maaf, luka tusukan itu akan tetap selalu ada…dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka pada fisik kita…”
Langganan:
Postingan (Atom)




